Laporan harian #32 [ Sentuhan Dengan Hati . . .]


Mata Rantai Penjualan.Menjual suatu produk atau barang lekat hubungannya dengan sebutan nama Marketing or sales, untuk dapat menguasai ilmu ini tidaklah mudah apa lagi produk yang di tawarkan adalah produk yang tidak bermerk dan kurang di kenal maka akan diperlukan pengenalan produk tersebut terlebih dahulu. Biasanya, untuk memperkenalkan suatu produk ke khalayak umum adalah lewat promosi atau iklan. Melalui pameran- pameran dan sejenisnya. Dari sini kita bisa memulai suatu prospek dan selanjutnya memfollow up nya. Prospek mempunyai arti sebagai titik awal penyaringan calon pembeli. Di titik ini akan sangat disukai dengan lebih banyak daftar nama, alamat, dan yang terpenting nomor telepon. Kemudian memfollow- up. Mulailah dengan menyapa para calon pembeli lewat telepon. Katakan pada calon konsumen, bahwa anda dari produk ‘A” misalnya, ingin menawarkan barang dan sebagai tindak lanjut dari pertemuan anda sebelumnya. Bila calon pembeli ingin anda mempresentasikannya maka buatlah janji untuk bertemu. Saat bercakap dan berdialog lewat telepon ini, kata- kata bom bastis harus di kuasai. Seperti kata . .

“Benar khan?”. . . .
” Iya, tidak?” . . . .
” Bukankah, begitu.!” . . .
Dan lain sebagainya. Dimana maksud dan tujuannya adalah menggiring calon pembeli anda ke pada satu tujuan yakni kata. . . “OK lah.! Saya coba produk anda..”

Menjadi seorang marketing atau salesmen, juga di butuhkan kecakapan dalam mendengarkan dan menyimak segala ucapan coustomer dan keinginannya, sentuhlah hatinya, bukan kah pembeli adalah Raja ?. Sedapat mungkin setelah calon pembeli menyatakan ketertarikannya, langkah selanjutnya kita bisa menjanjikan apa yang bisa kita beri. Disini proses transaksi sedang berlangsung. Jangan berlebih lebihan dalam memberikan janji ke pada coustomer. Karena, jika seorang coustomer merasa tidak puas, maka dampak atau imbasnya bisa merusakkan pangsa pasar anda. Karena, satu hal saja seorang pembeli sudah merasa tidak puas maka, cerita ketidak puasannya akan halnya janji dan pelayanan kita, dia bisa menyebarkannya ke 10 orang dalam hitungan hari. Sementara perbandingannya sangat jauh sekali dengan mereka para coustomer- coustomer yang merasa puas.
Maka, seminimal mungkin memberikan janji jangan terlalu berlebihan. Istilahnya ngomong pahit saja dahulu, syukur- syukur emang kenyataannya bisa lebih manis.

Selanjutnya, setelah p.o ( purches order) turun, dan surat jalan sudah tertanda tangani, tugas seorang marketing selanjutnya adalah memfollow up, memfilekan data, dan mengorganisir tahapan- tahapan berikutnya. Anda boleh berfikiran jika produk atau barang yang sudah laku dan terjual. Maka, berahirlah sudah hubungan anda dengan pembeli anda. Saya TIDAK!, terus terang coustomer kita adalah manusia, walau pun yang dijual adalah berbentuk mati (tidak bernyawa) , tapi hubungan kita dengan para konsumen jangan terhenti setelah proses transaksi berhasil. Dengan begini akan di peroleh satu rantai penjualan, satu lingkaran penjualan yang di hasilkan dari promosi konsumen pertama kita, baiklah mari kita ambil satu contoh, misalnya konsumen anda yang kita sebut saja, bernama Tuan eXs, karena merasa puas dengan pelayanan dan servis anda, maka Tuan eXs ini akan memberi tahukan ke pada temannya atau kerabat- kerabatnya sendiri tatkala salah satu teman atau kerabatnya tersebut, membutuhkan atau akan membeli produk yang sama seperti miliknya.

Sering kali kita merasa lupa, dan hampir tidak mengingatnya lagi kepada para konsumen kita, kejam. . . Kejam . . . Padahal ketahuilah konsumen adalah Aset terbesar seorang marketing, oleh karena itu sistem file data para konsumen sangat di perlukan after sale. Mari kita jaga tali silaturrahim dengan para coustomer dengan cara menelponnya kembali, walau hanya sekedar say hello dan menanyakan kabarnya. Lalu mengiriminya ucapan- ucapan selamat. Seperti, ucapan selamat Ulang Tahun pada saat hari jadinya. Dan, percayalah coustomer anda akan sangat menyukainya…

Wassalam

Iklan

2 thoughts on “Laporan harian #32 [ Sentuhan Dengan Hati . . .]

Komentar ditutup.