Laporan harian #34 [ Dampak Tsunami Di Jepang Terhadap Produksi ]


Pasca bencana gempa dan tsunami di Jepang ternyata turut mempengaruhi beberapa perusahaan manufacturing Jepang yang berada di beberapa zona perindustrian indonesia. Akibatnya turut di rasakan juga dalam hal penurunan dari segi produktifitasnya.
Dan otomatis hal ini berpengaruh pula terhadap kelangsungan hidup ratusan para pekerjanya sendiri.

Menurut keterangan salah satu karyawan pendor dari PT. Epson yang berlokasi di kawasan industri Ejip Cikarang – Bekasi mengatakan, banyak karyawan kontrak yang terpaksa di rumahkan, hal ini terpaksa di lakukan oleh pihak management terkait, disebabkan karena sedang menurunnya volume produksi perusahaan tersebut.
Pemutusan kerja ini terjadi di karenakan adanya penurunan produksi, karena ada beberapa molding yang berada di Jepang sana sendiri rusak akibat hantaman dasyat gempa dan tsunami beberapa pekan lalu.

Menurut salah seorang karyawannya dampak ini wajar terjadi mengingat negara Jepang sendiri adalah negara pengekspor, sehingga menyebabkan terjadinya ketergantungan pasokan.

Wew… 🙂 ini bisa di bayangkan bagai mana jadinya? Dan dapat pula diprediksi angka pengangguran akan kembali bertambah akibat dari pemutusan kerja tersebut, ratusan kepala keluarga akan kehilangan sumber penghasilannya.

Embel- embel pemutusan kerja ini juga sepertinya. . . .”ini kalau tidak salah…” bisa berakibat meningkatnya angka kriminalitas juga, serta pertengkaran dalam rumah tangga, dan juga tunggakan tagihan, hutang yang tak terbayar, . . . :-(.
Sebagai sesama, dalam hal ini senasib sepenanggungan, karena saya juga termasuk pengangguran, saya ikut merasakan dan turut prihatin atas kondisi sekarang ini, saya ingin sedikit menghimbau sekaligus menyemangati agar teman- teman yang sedang dirumahkan ini semoga dapat selalu berbesar hati dan jangan sampai patah semangat. Mari kita lanjutkan perjuangan ini, karena di luar sana masih banyak perusahaan atau pun pabrik – pabrik yang tidak berbau Japanisme.

Satuju. . . . . . 🙂

wassalam. . . .

Iklan