Laporan harian #45 [ Kubis atau Kol ]


Kem, pagi ini saya teringat ucapan guru saya kembali dimana beliau pernah berkata “kebencian dan dendam akan sesuatu atau pada seseorang, cepat dan segerakanlah kamu lupakan dan berma’afan jika salah satu saudara mu ada yang kau benci dan kamu menyimpan dendam terhadapnya”.
Dendam dan kebencian termasuk salah satu penyakit hati, dan Allah sangat tidak menyukai, karena dendam dan kebencian adalah perbuatan setan yang terkutuk.

Kemudian dari renungan pagi ini, kembali saya ingin menuangkannya ke dalam tulisan dan semoga bisa menjadi pengingat untuk pribadi saya khususnya, keluarga, rekan2 dan siapa saja yang sedang menanggung beban dendam dan kebencian.

Menanggung berarti menderita, dan semoga kita s’mua tdk sedang menderita. . . Mengapa dendam dan kebencian menjadi derita yang hrs kita tanggung? Pertanyaan tersebut dapat saya umpamakan seperti sedang menggantungi diri dengan kubis/ kol. Ambil dan gantungkan buah kubis/ kol tersebut sebanyak jumlah orang yang kita benci dan dendam terhadapnya, berapa? Tiga orang, empat orang?. Lalu kemana pun kita pergi sayuran kol tersebut jangan pernah di lepaskan, bahkan pada saat mandi, tidur, main, dan bekerja.

Hasilnya . .. Dua tiga hari, sayuran kol tsb akan membusuk dan aroma busuknya sangatlah menyiksa, tak ingin berlama lama lagi tentunya tergantungi sayuran busuk laknat penuh najis tersebut, karena sungguh menyiksa dan mengganggu. Mengakibatkan selera makan terganggu, jam istirahat terganggu, pergaulan menjadi terganggu, pekerjaan jadi tak propesional.

Seperti itulah kurang lebihnya jika kebencian dan dendam yg tak mau kita menyegerakan tuk melupakannya, lama ke lamaan akan membusuk dan menghancurkan hati kita.
Demikianlah semoga kita terhindar dari segala penyakit hati dan semoga saja kita menjadi orang- orang yang diberi petunjuk oleh Allah swt. . .

Wassalam

Artikel lainnya :

Iklan