Laporan harian #53 [ Kempes ban… ]


DIKERJAIN sama TUKANG TAMBAL BAN.

Senin, 16 mei 2011.
Laporan harian kali ini saya mencoba menuliskan sebuah cerita pengalaman seorang tokem, yg kebetulan sekali pengalaman itu pernah saya rasakan sendiri.

Beberapa hari yang lalu terjadi sebuah obrolan antara saya dan seorang tokem, kurang lebih seperti begini

Teman :. . .” beuuuh ! Hari ini saya baru ngalamin, yang namanya nambal ban termahal. Mana duit di dompet lg cekak”

Saya : ” waaa. . . Kena lu yah dikerjain tukang tambal ban ??!…

Teman : ” ho’oh.! Apes bener deh. Padahal sepengetahuan saya harga ban dalem ngak nyampe semahal itu. Dan anehnya lagi saya nurut aje karena tukang tambal yg lain sudah tutup.

Saya : . . .ha ha ha… Yang sabar aja yah pak..!”

Intinya, pengalaman tokem ini sama betul atau persis seperti yg pernah saya rasakan dua tahun yang lalu dimana saya harus membayar lebih hanya karena malas membawa bawa serep/cadangan ban dalem . . .

Waktu itu jam sebelas malam, saya meluncur pulang ke arah pinggiran kota jakarta, tepat di depan sekolah tarakanita di jalan pemuda rawamangun, motor yg saya tunggangi kempes pada ban belakang.

Saya pun ahirnya turun dan membimbing motor tersebut, terus berjalan ke depan dan tak lama kemudian bertemu dengan tukang tambal ban.

Lega rasanya. . . Karena pada waktu itu perasaan saya ini seperti seorang pesakitan yg bertemu dengan dokternya, saya pun duduk2 sbentar lalu berdiri lg setelah membakar sebatang rokok dan asap pertama saya hembuskan ke langit2 rawamangun.

pentil ban dalem dalam keadaan robek

Pandangan mata saya tertuju ke arah roda motor, karena si abang yg berlogat bicara medan ini berkata pentil ban dalem motor saya ini robek. LHOO… Koq bisa… Tidak mungkin dan tidak sepantasnya, karena jarak tempuh dari pertama ban gembos ke arah tempat tambal ban tidak terlalu jauh, dan lagi pula pertama kali ban mulai gembos, saya tidak mencoba menaikinya untuk bisa sampai di tempat tambal ban.

Hendak berkata apa lagi jika sudah begini, mau mencak2 yah tidak mungkin, nawar2 hanya diberi penurunan harga yg tidak begitu berarti, mau bilang pasang dengan ban dalem bekas juga si elay bilang tidak ada.

Pinjam kata dari salah satu acara kuis di salah satu TV swasta. . . YAAAA KENAAA DECH.!!! Akhirnya saya pun harus mengganti ban dalem yg rusak ini dengan harga yang kelewat mahal untuk ukuran merk ban dalem yg disodorkan ke pada saya.

Kesimpulan dari pengalaman ini adalah membuat saya sadar dan jadi lebih beware saat diperjalanan, bahwa yang namanya bagasi motor jangan sampai tidak terisi dengan kelengkapan dan keperluan serep atau cadangan yg tidak berguna, agar seminimal mungkin resiko2 seperti kejadian di atas tidak terulang kembali, mereka tukang tambal ban yang nakal sengaja mempermainkan dan mencurangi siapa saja yang memang sangat membutuhkan jasa mereka, dengan modus pentil ban dalem yg sengaja dirobek waktu pencongkelan ban luar. Melakukan penglubangan pada beberapa titik dan masih banyak lagi trik2 lain yg mereka (tukang tambal ban nakal) lakukan, dimana tujuan ahirnya hanya untuk mencurangi para pengguna jasa mereka yang sedang terpojok dan terpepet.

Recent Posts :

Iklan

2 thoughts on “Laporan harian #53 [ Kempes ban… ]

Komentar ditutup.