Laporan harian #63 [ Bumi. . . . . ]


Bumi semakin Tua, sekarang ini kondisinya terlihat makin mengkhawatirkan, daya tahan dan staminanya melorot turun.

Sudah tidak segagah dulu di era 90’an, seperti ingin sekali kembali kemasa- masa itu, dimana pandangan mata, pendengaran dan naluri masih terasah tajam.

Menyukai banyak tantangan dan berputar tiada rasa lelah. Kini keadaan berkata lain kondisi ini membawa langkah menuju tepi, tergilas dan tersingkir.

Diterpa beraneka penyakit, yang silih berganti bermunculan. Pilek. Batuk, encok, asma, rematik. Bumi menjerit !!, terjadilah gempa.!

Disini di dunia bawah terdapat banyak beragam kejahatan, banyak yang mendewakan hawa nafsu. Ter-la-lu !!!.

Kebenaran terbelenggu terpasung ditiang pancung.

Hukum rimba lah yang berlaku dimana yang kuat melahap si lemah, mempraktekkan politik kotor dan dusta, mengalihkan kasus ke kasus yang baru penuh dan sarat akan pembodohan.

Di kota- kota berisikan egoisme dan kekomplekan.

Di pedalaman meraung suara gergaji membabat kelebatan hutan.

Bumi di sini sempoyongan [keleyengan] setiap kali terkena terpaan angin. Iklim di sini tidak lagi menentu dan cenderung mendung.

Sementara itu, penghuni langit sedang keki saksikan keadaan bumi yang keadaan staminanya melorot turun ini, turunkan saja murka mu itu karena bumi sudah tidak punya lagi harapan untuk datangnya satu keajaiban itu…

Bulan sudah berganti, selamat tinggal maret biarlah keluh kesah kemarin berlalu.

Saat ini di bulan juni semoga mentari bersinar cerah di tiap harinya.

Wassalaam.

Artikel terkait :

Iklan

10 thoughts on “Laporan harian #63 [ Bumi. . . . . ]

Komentar ditutup.