Laporan harian #64 [ jalan menuju ketenangan… ]


Assalamualaikum warohmatullohi wabarokattuh……

Hallo, apa kabar para Tokem yang budiman, semoga di sa’at ini keadaan tokem- tokem semua sedang dalam keadaan sehat wal’afiat dan tidak kurang satu apa pun. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih karena tokem semua sudah sudi mampir ke blog sederhana ini.

Kem, dalam hidup ini mungkin jika di lihat dari kaca mata seorang yang bodoh seperti saya ini, hanyalah terdapat dua pilihan dalam hidup ini, dua pilihan hidup yang seperti satu logam koin yang mempunyai dua muka atau sisi yang saling bertentangan. dua muka itu yang saya kira adalah ketenangan dan kesengsaraan.

Dua kata tersebut yakni ketenangan dan kesengsaraan yang sebenarnya dapat diartikan dalam banyak hal serta dalam beberapa kriteria. Tapi biarlah, disini dan sa’at ini saya hanya ingin menuliskan betapa pentingnya dua pilihan hidup ini dalam kaitannya di kesehari- harian kita.

Ini seperti sedang berakit- rakit kehulu, berenang- renang ketepian. Atau seperti habis gelap terbitlah terang…. atau sejenis kata yang lainnya. Ini tentang suatu perjuangan hidup yang entah apa kelak bisa kita dapatkan, sebagai suatu buah yang akan dipetik nantinya hasil dari asal musabab dari segala perilaku dan tingkah laku hidup.

Hari- hari penuh dengan gejolak, tapi yang terberat adalah peperangan yang ada dalam diri ini. Peperangan antara yang baik dengan yang bathil, peperangan mengalahkan nafsu duniawi dan hewani. Betapa terasa melelahkan, rasanya itu. . .  sepertinya kian hari malah semakin terangsek kebelakang karena terdesak.

Hidup dengan tenang serta senang menurut kacamata saya adalah enak makan enak tidur, tidak peduli itu sedang banyak materi ( uang ) ataupun tidak, serta bisa bersyukur atas apa yang diproleh. Cukup !. Tetapi, Karena hidup ini dan dijiwa ini penuh dengan hawa nafsu, maka jalan menuju ketenangan hidup menjadikannya terasa sukar untuk di raih.

Oleh karena cenderung terdorong oleh hawa nafsu maka yang seharusnya ketenangan hidup yang diperoleh tetapi ini malah sebaliknya, kesengsaraanlah yang membalut tubuh. Hingga menyebabkan kewas- wasan hampir di setiap waktu menghantui, membuat gerak mata lebih cepat berputar mengawasi sekeliling, lebih banyak membual dan sering membuat janji -janji palsu.

Merasa kalah oleh hawa nafsu, maka kesengsaraan, kekhawatiran, rasa cemas, selalu membayangi hidup. Dan siapa yang hidupnya sekarang ini sedang tidak tenang? mungkin seorang nazzarudin kah?, ataukah seorang koruptor. Ataukah saya sendiri. . .  Hanya Allah yang tahu. Dan jika sudah seperti ini maka segala materi ( uang ) tidak akan cukup dan tidak akan pernah cukup untuk membeli ketenangan yang benar- benar hakiki. Ini seperti sedang berakit- rakit kehulu, berenang ketepian bersakit dahulu tapi malah mati kemudian. . . Atau seperti Habis gelap tak terbitlah terang.

Kem, hidup ini hanya sementara tak akan lama lagi juga pasti mati. Marilah benahi segala keburukan hidup, agar tidak ada kata sesal di ahir nanti. Mari lanjutkan memerangi hawa nafsu yang sama- sama kita ketahui adalah setan yang bersemayam didalam hati.

Inya Allah jika hidup ini tidak mengikuti kata hawa nafsu serta ketamakan, maka jalan ketenangan itu yakin pasti dapat diperoleh. Dan juga sebaliknya jika hidup terlalu mengikuti kata hawa nafsu maka kesengsaraan datang semakin menjadi- jadi. Demikian lah jalan menuju ketenangan dari kacamata seorang moch adnan, saya tuliskan di laporan harian #12 pada showroom79.

Wassalam.

Recent Posts :

Iklan

11 thoughts on “Laporan harian #64 [ jalan menuju ketenangan… ]

Komentar ditutup.