Laporan harian #69 [ “Ajrut- ajrutan … ” ]


Assalamualaikum, wr.wb…..

Hallo apa khabar Tokem semua… !!!. Semoga hari ini keadaan tokem semua sedang sehat wal afiat serta tidak kurang satu apa pun tentunya…. Aamiin.

Hari ini {kamis/14/07/2011} saya sengaja mengarahkan kemudi motor butut saya ke arah Cikarang pusat.

petanya… dari mbah google

perjalanan ini saya tuju karena sengaja memenuhi permintaan dari seorang tokem yang saat ini berdomisi di kp. sempu.

Beliau bernama Midi bin mian, dan saat ini menjadi seorang wirastawan yang cukup berhasil dengan usahanya sebagai  supplier bahan bangunan.

Sudah hampir 5 Tahun beliau menggeluti bisnis ini, dan memang seperti yang saya lihat sendiri, di daerah ini { Cicau } rata- rata penduduknya menggeluti usaha pembuatan bata merah, dari pertama kali memasuki gerbang perkampungannya tampaklah beberapa gubuk tempat pembakaran bata. Tapi sebagian penduduknya ada juga yang bertani atau bercocok tanam.

Sebelumnya saya sengaja menghubungi beliau sebelum keberangkatan saya menuju ke tempatnya, terdengar suara dari sana katanya sore hari saja jika hendak mampir ke Cicau. Okay saya bilang, sore ini juga saya meluncur ketempat tokem. Setelah waktu menunjukkan pukul 14:38 wib, saya pun menstarter kendaraan butut saya meluncur menuju cikarang pusat……

Perjalanan saya tempuh dengan rute sedikit menggunakan jalan raya { jalan utama} separuhnya lagi saya tempuh dengan melewati area atau kawasan industri dan sebagiannya dengan  menelusuri jalan perkampungan.

Start dari jalan raya sultan hasanuddin terus menuju jl teuku umar tepat di lampu merah cibitung saya membelokkan stang ke arah kanan menuju akses tol jakarta cikampek sebelum pintu tol cibitung saya membelok lagi ke arah kiri menuju kawasan industri mm2100  membelah jalan kalimantan pada kawasan mm2100 melewati PT. AHM,melintas di jl. Irian dan tepat di satu perempatan depan Pt. Sindengen indonesia saya membelok ke kiri , sebelum menuju rumah tokem thomas saya membelok ke kanan melewati jalan perkampungan dan terus lurus, sekitar 20 menitan lalu saya bertemu dengan sungai.

Nyebrang kali.... :mrgreen: :mrgreen:

Di seberang sungai ini terdapat kawasan industri Ejip- Detla silicon, tapi untuk menyebrang dan bisa kesana bagai mana??? Waaaa. . . . Untung ada perahu penyebrangan. Di sini motor bisa naik ke atas perahu tersebut dan dalam satu perahu dapat menampung sekitar 8 motor, tarip untuk sekali menyebrang di kenakan biaya sebesar 1.000 Rupiah.

Nampaknya ini adalah salah satu jalan alternatif bagi para pekerja pabrik, karena di sini jika pada jam masuk dan pulang kerja, antrian motor yang hendak menyebrang sangat mengantri, tapi sayang karena saya melewati area ini pada jam 15:13 wib jadi pemandangan antrian motor untuk menyebrang ini tidak dapat saya photo. 🙂

Setelah selesai melewati kawasan industri Ejip kemudian saya bertemu kembali dengan jalan raya cibarusah- cikarang, melewati pasar serang dan kemudian tepat di samping SPBU serang saya membelokkan stang motor butut saya ke kiri jalan, kembali membelah jalan perkampungan. tapi di sini Alhamdulillah sekali, selain jalannya agak sedikit mirip- mirip  seperti di puncak Bogor, selain itu juga tak ada polisi tidur atau Ajrut-ajrut-an yang sempat mengganggu roda ban motor. Tepat di pertigaan depan kantor kepala desa cicau, saya belok ke kanan dan tak seberapa lama kemudian sampailah saya di rumah Bapak.Midi bin Mian….. hahahaha…. lega rasanya….

Lumayan jalanannya.... 🙂 🙂

Tanpa kesulitan saya langsung menemukan rumahnya, dan kemudian memarkirkan kendaraan. Mengetuk pintu rumahnya dan tak seberapa lama muncullah sosok tokem itu, 🙂

Setelah menanyakan kabar dan mengobrol plus jamuan ala kp. sempu, kemudian  tepat pukul 16:45 wib saya pun pamit pulang……

Kesimpulan plus dan minusnya saya merasa sangat senang bisa bertemu dan bersilaturrahim dengan sodara midi. kemudian jalan yang saya lewati adalah nyaris sempurna artinya tidak ada satu pun jalan berlubang dan rusak, yang ada adalah beraspal dan coran. dan ini saya kira adalah nilai plusnya. Sementara itu jika melihat segi minusnya adalah di mana sepanjang jalan yang membentang mulai dari Jalan raya sultan hasanuddin sampai ke Cikarang pusat ini adalah, hampir 2.720 polisi tidur atau Ajrut-an saya lewati.

Ini  jelas mengganggu…… keberadaan polisi tidur atau “Ajrut-an” ini saya jumpai sebanyak 2.720 itu berarti sebanyak 2.720 kali saya harus mengerem motor butut saya. Dan dampak dari polisi tidur sebanyak itu membuat pegel tangan saya, kaki saya, mata saya, belum lagi kampas rem motor butut saya otomatis semakin tipiiiizzzzzzzz aja.

Membangun “Ajrut-an” ini mereka ciptakan gunanya untuk mengurangi kecepatan laju sebuah kendaraan, agar si pemakai kendaraan memperlambat lajunya saat melewati suatu daerah. misalnya jalan perkampungan atau perumahan, tapi kalau jarak- jaraknya terlalu berdekatan hohohoho…. bikin pegal segalanya. :mrgreen:

2.720 Ajruttan di kalikan dengan pulang pergi tambun- cikarang pusat benar- benar harus rem, rem, rem,rem,rem,rem sebanyak 5.440 kali. Capek dan pegel dan ini saya kira yang hendak saya himbau lewat laporan harian #17 ini, semoga untuk di kemudian hari para pemilik dan pembangun Ajruttan ini semakin memperjarang pembuatan Ajrutannya, jika pun ada itu mungkin di buat untuk senormalnya saja, intinya jika terlalu banyak mengerem jadi pegel pak !.. . . :mrgreen:

Recent Posts :

Iklan

12 thoughts on “Laporan harian #69 [ “Ajrut- ajrutan … ” ]

Komentar ditutup.