Laporan harian #76 [ Tradisi menyambut hari lebaran, salah satunya menukarkan uang pecahan Ribuan baru ]


Gambar uang

Assalamualaikum, wr.wb.

Selamat siang tokem- tokem semua…. Semoga siang ini keadaan tokem semua sedang sehat wal’afiat serta tetap  kuat menjalankan ibadah saum nya, hari ini hingga hari terakhir di bulan puasa besok. Dan untuk tokem yang hendak pulang mudik saya mengucapkan selamat pulang kampung, semoga selamat sampai di tujuan masing-masing tanpa kurang satu apapun.

Hari ini, sudah ada beberapa perusahaan yang mulai meliburkan para karyawannya. ini berarti detik- detik menjelang hari raya lebaran sudah tinggal menghitung hari saja. Beberapa orang sedang sibuk sibuknya menyiapkan perlengkapan lebaran serta pulang kampung, mulai dari sandal baru, sepatu baru, baju baru, celana baru, kaos baru, dan juga uang baru atau mungkin istri baru heh !.

Seperti yang sudah sama – sama kita mahfum, pada tradisi menjelang hari raya idul fitri ini terdapat beraneka ragam kebisaan, salah satunya adalah menukarkan uang pecahan 1.000 atau 2.000-an baru. Cara ini bisa ditempuh dengan datang langsung ke Bank atau lewat jasa abang- abang yang mangkal di sebuah pinggiran jalan raya.

Tapi perlu di ingat, saya pribadi sih menganjurkan tokem untuk datang langsung ke Bank jika ingin menukarkan uang pecahan ribuan baru, karena selain lebih aman. menukarkan uang lewat Bank secara langsung juga di jamin 100 persen ke asliannya, serta jauh dari yang namanya penipuan dan lain  sebagainya.

Biasanya, niat menukarkan pecahan uang ribuan baru ini tidak lain dan tidak bukan karena ingin berbagi dengan sodara, sepupu dan keponakan- keponakan kecil kita setibanya di kampung nanti. Sebab tidak mungkin jika untuk sengaja malah hanya nyempit-nyempitin dompet saja.

Ada perasaan berbeda saat menerima uang 5.000 pecahan ribuan baru, dengan menerima uang 5.000 dalam satu lembar. maksudnya rasa senangnya keponakan serta sodara kecil kita di kampung sa’at menerima 5 lembar uang baru dalam nominal Rp.1.000 atau 2.000, mereka bisa bersorak kecil sambil mengantri riang menunggu giliran namanya dipanggil.

Ya biar bagai manapun, sebenarnya saya pribadi juga tidak banyak mempunyai keponakan serta sepupu. Tapi entah kenapa setelah mendengar cerita seorang tokem yang biasa melakukan tradisi ini saya jadi ingin menuliskan coretan ini pada laporan harian  ini, semoga saja coretan ini bisa diterima oleh tokem semua.

Sebagai penutup sekali lagi saya ucapkan selamat menjalankan ibadah saum dan selamat menyambut hari raya idul fitri 1432 H.

photo from Google.


Recent Posts :

Iklan