Gambar

HANTU JALAN RAYA part V


“Hey ! kau kenapa juga pak! Tanya tarjo terheran heran. “Ooh ngak apa- apa koq “Bagai mana jika kita pergi ngopi dulu jawab ahan sambil berlalu melewatkan tarjo yang masih diam karena tak habis pikir dengan tingkah aneh pak ahan. “Huh dasar sinting!… umpatnya. “Hey ! aku dengar yah! Teriak ahan dari balik pintu “Wo’ow bercanda koq pak! Jus kidding” jawab tarjo sambil bergegas menyusul ahan.

*******

Setelah menceritakan awal mula terjadinya kecelakan jalan raya Xin, si ibu muda ini kembali dihampiri bayang-bayang wajah mengerikan dari arwah- arwah penumpang bus tersebut. Mereka tahu bahwa ibu muda inilah yang menyebabkan awal mula terjadinya kecelakaan yang menimpa mereka. Hinga menanggung nasib seperti sekarang ini yaitu menjadi arwah gentayangan, kematian akibat kecelakaan memang terkadang SELALU meninggalkan satu cerita mengerikan pada lingkungan disekitarnya. Para arwah gentayangan ini seolah kembali dan meminta tumbal untuk menggenapi jumlah mereka.

“whaaa… jangan ! Pergi kalian ! pergi… Kembali si ibu muda tersebut berteriak mendadak ketika tangan kanan ahan hendak menyentuh bahunya. “ tenanglah Nyonya, ini aku “ berkata ahan. Selaksa beban terlihat jelas dan tergurat diwajah si ibu muda, begitu berat dan sarat karena menanggung beban rasa bersalah, di wajahnya yang masih muda sekarang ini tergambar kegalauan, air matanya tak henti mengalir sejak pertama kali bertemu dengan ahan. Bahkan seorang bawahan ahan menyangka ibu muda ini sudah tidak waras.

“Nggg… ma’af ,kami ibu dan anak telah mencelakakan nyawa orang” si ibu muda ini berkata sambil menahan isak tangisnya, lalu ia melanjutkan perkataannya. . . “Tahun ini sebelum tanggal 14 juli disana pasti akan terjadi kecelakaan lagi, karena hantu para murid itu akan mencari korban hingga genap 50 orang untuk menggantikan mereka.”… pulanglah !!!, biar masalah ini akan kami bereskan. !” Ahan memotong perkataan si ibu muda tersebut. Ahan tidak ingin ada salah persepsi dan penilaian tentang dirinya di depan tarjo, dia tidak ingin mendengar lebih lanjut penuturan si ibu muda tersebut karena dia lebih cenderung berpikir dengan rasional dan dengan kata –kata si ibu muda tersebut. Bahwa sanya pada tanggal sebelum 14 juli akan terjadi kembali kecelakaan karenanya ahan langsung memotong perkataan si ibu miuda tersebut.

“ Pak… anda tidak percaya padaku! “sahut si muda muda. Aku tidak bohong ! polisi harus melakukan sesuatu untuk mengatasi merteka!, ujar si ibu muda lagi. “Nyonya cukup!. Jangan melantur lagi!, pergilah !.” Tarjo ikut angkat suara. Ahan melirik kearah tarjo … sambil dalam hati dia mengumpat “Huh sial kau tarjo !, itu khan kata- kata yang mau aku omongin ke si ibu ini, ahh… kalah cepat lagi ajeh nih” gerutunya dalam hati.

“Whaaa… mata si ibu muda tersebut terbelalak mulutnya yang terasa kering terbuka lebar menganga, sa’at wajah tarjo tampil dihadapannya. “ Ada apa lagi?, kusuruh kau pergi, dasart gila !… tarjo menghardik si ibu muda. Tetapi keadan jiwa si ibu ini malah semakin menjadi-jadi, ahan memperhatikan ini semua dari awal dan setiap ibu muda ini berjumapa dengan tarjo maka mendadak wajah ibu muda ini pun akan sangat ketakutan di setiap berhadapan dengan tarjo.

“He he he… diam- diam ahan tertawa geli dalam hatinya, “ pergi kalian! Jangan ganggu aku !.. teriak si ibu muda “Jangan !!!… pergilah !!!… pergi!!!, Tidaaak!!!… si ibu muda terus saja berteriak –teriak sambil berlalu meninggalkan ruang kerja ahan. “Huh! Benar-benar memusingkan!” kata tarjo sambil menghempaskan nafas dari mulutnya. Tak tahan dengan perasaan yang menggelitik hatinya maka meledaklah tawa ahan… penuh, memenuhi ruang kerja mereka yang tak seberapa luas itu.

“Hey ! kau kenapa juga pak! Tanya tarjo terheran heran. “Ooh ngak apa- apa koq “Bagai mana jika kita pergi ngopi dulu jawab ahan sambil berlalu melewatkan tarjo yang masih diam karena tak habis pikir dengan tingkah aneh pak ahan. “Huh dasar sinting!… umpatnya. “Hey ! aku dengar yah! Teriak ahan dari balik pintu “Wo’ow bercanda koq pak! Jus kidding” jawab tarjo sambil bergegas menyusul ahan.

Bersambung . . .

Bacaan terkait :
Iklan

4 thoughts on “HANTU JALAN RAYA part V

Komentar ditutup.