Gambar

Laporan harian #89 [ Rest in peace “supersic” ]


Tepatnya minggu (23/10/2011). Dokter dari pihak tim medis MotoGP, menyatakan penyebab kematian Marco Simoncelli yaitu karena  sejumlah luka serius pada kepala, leher serta dada. Akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Marco Simoncelli tak mampu melawan cedera parah yang menimpanya, hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 16.56 waktu setempat atau 15.56 WIB Kecelakaan mengerikan itu terjadi pada lap kedua di Tikungan 11. Simoncelli, yang sedang bertarung dengan

Alvaro Bautista dalam perebutan posisi keempat, tak mampu mengendalikan motornya ketika menikung ke kanan, sehingga tergelincir. Saat jatuh itulah, dia dan motornya melintasi sirkuit dan masuk ke jalur milik pembalap Colin Edwards [ Yamaha Tech 3], dan pembalap Valentino Rossi [ Ducati ]. Kecelakaan seram itu pun tak terhindarkan, karena motor Edwards melindas tepat dikepala Simoncelli.

Direktur tim medis MotoGP, Michele Macchiagodena mengatakan pembalap Tim Honda Gresini itu tak sadar saat anggota tim medis menjemputnya di lintasan balap. Mereka memberikan pertolongan pertama berupa CPR (napas buatan) baik di mobil ambulans maupun selama 45 menit di pusat medis MotoGP. Namun upaya itu tak mampu menyelamatkan Simoncelli.

Edwards pun jatuh di luar trek dengan cedera di sekitar lokasi bahu, dan Rossi masih mampu mengendalikan motornya meskipun terpental ke luar lintasan dan Desmosedici GP11.1 tunggangannya mengalami kerusakan. Akan tetapi, Simoncelli menggelepar di atas trek dengan helm sudah terlepas dari kepala (setelah dilindas), dan dia sama sekali tidak bergerak.

Bendera merah langsung dikibarkan usai kecelakaan seram tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, panitia lomba mengumumkan bahwa balapan GP Malaysia itu resmi dibatalkan, karena tim medis fokus untuk menyelematkan Simoncelli, yang akhirnya meninggal pada pukul 16.56.

Seorang pecinta balap Sanggau, Indra (30), kepada Tribun, Senin (24/10/2011) mengatakan, apa yang terjadi dengan supersic mestinya tidak perlu terjadi jika pembalap Italia tersebut memahami metode dan trik membalap dengan baik.

“Kita lihat memang metode membalapnya terkesan ugal-ugalan selama ini, sehingga terjadilan kecelakaan maut pada balap di Sirkuit Sepang Malaysia tersebut. Dan apa yang terjadi cukup kita sesalkan,” katanya.

Sumber :

http://www.tribunnews.com

Bacaan terkait :
Iklan

4 thoughts on “Laporan harian #89 [ Rest in peace “supersic” ]

  1. Turut berduka cita………
    Mudah2an jadi nasihat buat kita, siapapun dia -seorang pembalap/ahli mengemudi kendaraan sekalipun- ketika musibah harus terjadi maka terjadilah. oleh karena itu…hati2lah selalu ketika berkendaraan….:)
    Makasih telah mampir meski hanya numpang berteduh, he…heee………….

Komentar ditutup.