Gambar

Laporan harian #103 [ Sebuah kebutuhan atau berinvestasi ]


Assalamu’alaikum,wr.wb.

Hallo kem, dan teman-teman blogger semua. Bagaimana kabar anda di pagi ini? Hahahaa… Mantap yah! Apa pun aktifitas anda di pagi ini,saya ucapkan… Sukses slalu untuk anda semua.

Oya,kem. Sebagai bentuk keikut sertaan saya sebagai salah satu admin diantara beribu-ribu admin blog yang ada di dunia ini, sudah sewajarnya untuk menghasilkan satu tulisan. Yah,maksimal dalam 1 bulan sekitar 5 tulisanlah *he he maklum masih newbie. Itu juga saya tahu hasil tulisannya jauh sekali dari SAMPOERNA. Tapi menurut yang saya baca dari beberapa artikel tentang menulis, disana dijelaskan bahwa pada intinya JUST WRITE saja, biarkan otak kanan yang bekerja, mengalir mengetik huruf demi huruf. Nah, baru setelah itu otak kiri melakukan pengeditannya. :mrgreen:

Haduh, jadi panjang lebar kayak gini yah.

INVESTASIKAH, atau Memang satu KEBUTUHAN.

night view of Jakarta, Indonesia

Judul postingan ini ingin sedikit mengajak para pembaca yang budiman sekalian berpendapat, mengenai sebuah trade mark di dunia pasar otomotif khususnya roda 2/motor. Karena sekarang ini banyak bermunculan perusahaan-perusahaan pembiayaan atau leasing-leasing baru.
Ini membuktikan bahwa benar bisnis ini masih sangat berpeluang untuk maju dan terus berkembang.

Maka, dari awal dan sepengetahuan penulis sendiri. Ada terdapat beberapa golongan serta individu yang begitu fanatic terhadap salah satu merek dari beberapa motor yang ada. Dari sana juga akhirnya terlahir sebuah pemikiran, entah ini cemerlang atau ndak. Yang sudah SAYA pernah jumpai lebih cenderung ke arah membangun sebuah aset pribadi mereka. Walau jalan untuk mewujudkan itu semua melalui jalan kredit salah satunya.

Aset pribadi yang saya sebutkan diatas, berupa kepemilikan kendaraan roda 2 yang lebih dari 1 unit. Selain sebagai salah satu Kebutuhan hidup, ternyata juga dijadikan ajang atau sarana sebagai bentuk berinvestasi.

Jika tidak keliru, investasi itu mempunyai artian sebagai berikut : Mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial, untuk jangka panjang atau pendek guna menghasilkan keuntungan dari bentuk investasi itu sendiri. Jadi, sepertinya jika dipandang akan menguntungkan kenapa untuk tidak berinvestasi?. Contoh yang lebih sering saya jumpai seperti seseorang yang membelanjakan uangnya untuk membeli sebidang tanah.

Jelas sudah, jika seseorang mengumpulkan beberapa unit motor sebagai bentuk investasi adalah hanya akan merugikan saja. Karena harga jual kembali jauh lebih murah dari harga barunya. Belum lagi jika mengacu pada peraturan pemerintah tentang kepemilikan motor, saat ini dikenakan biaya tambahan sebagai wajib pajak untuk kepemilikan yang lebih dari 1 unit [ Pajak Progresif ].

Berikut ini saya lampirkan cara penghitungan pajak progresif tersebut, Kendaraan bermotor kepemilikan orang pribadi berdasarkan nama dan/atau alamat yang sama dikenakan tarif pajak progresif  sebesar:

1. Kendaraan pertama 1,5 % ( 1,5 % x NJKB )
2. Kendaraan kedua 2 % ( 2 % x NJKB )
3. Kendaraan ketiga 2,5 % ( 2,5 % x NJKB )
4. Kendaraan keempat Dan Seterusnya 4 % ( 4 % x NJKB)

Sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 7 Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pasal 7 Serta Pasal 12 Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di Provinsi DKI Jakarta Ditetapkan oleh KEPMENDAGRI Nomor 25 tahun 2010 tentang penghitungan dasar pengenaan PKB dan BBN-KB serta PERGUB (Peraturan Gubernur DKI Jakarta) Nomor 140 Tahun 2010 tanggal 28 Juli 2010 tentang Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Kesimpulannya, jika memang hendak berinvestasi disarankan untk lebih cermat lagi melihat sisi keuntungan financialnya. Seperti yang sama-sama kita tahu, jalanan sekarang ini sudah hampir tidak muat untuk menampung begitu banyaknya kendaraan. Jika memang dirasa hanya untuk KEBUTUHAN sebagai alat transportasi kerja/ aktifitas lainnya yang tidak ingin merasakan jadwal keberangkatan yang ngaret, suka ngetem, atau banyak berhenti. memang kendaraan pribadilah pilihannya, tetapi sekali lagi tidak harus dijadikan sarana atau ajang untuk berinvestasi.

Image via : Wikipedia



Artikel Lainnya :
Iklan

6 thoughts on “Laporan harian #103 [ Sebuah kebutuhan atau berinvestasi ]

Komentar ditutup.