Kutipan

HANTU JALAN RAYA part VIII


K ejadian yg menimpa Ratu dan linda sungguh diluar nalar, bagai mana bisa..mobil yg dikendarainya mendadak sontak mogok ditengah jalan serta tepat berada ditengah lokasi bekas kecelakaan maut itu terjadi. Linda begitu shok hingga membuat dirinya mengalami trauma, sementara Ratu sendiri setelah kejadian itu lebih sering bertemu dg Ahan. Ratu dan Linda yg terselamatkan oleh kitab suci yg tergeletak didalam mobilnya, awalnya stelah mobil mereka mogok, pintu mobil mereka pun tak dapat mereka buka. Ditengah kepanikan itulah Ratu mengambil kitab suci itu,sambil menggenggam kitab suci ia pun kemudian mendorong pintu mobil dengan menempelkan kitab suci tersebut pada kaca mobil. Keanehan kembali terjadi, pintu mobil yg sukar untuk dibuka dari dalam itupun,dengan mudahnya terbuka. ***”pemirsa kita berjumpa kembali bersama bapak peramal kita!”… Tepat stelah ahan menyalakan TV diruang kerjanya. Kemudian kamera pun membidik Wajah bapak peramal itu hingga nampak penuh dalam layar kaca Tv yg sedang ditonton oleh ahan dan ratu. “…minggu lalu aku meramalkan kecelakaan di jalan raya kinwansan, dan 2 hari kemudian peristiwa itu sungguh terjadi.! Aku mendapat firasat,bahwa dalam minggu ini pun, akan terjadi 1 kecelakaan lagi dilokasi yg sama..karena itu, bagi anda yg memiliki shio babi,anjing, naga, ular, macan, kuda, kambing, kelinci dan tikus, harap lebih hati2!”

… Huh! Dasar pembual!” kata ahan sambil tanganya meraih remote countrol tv, dan “klik!” tv pun dimatikan nya. “wah…kasus jalan raya kinwansan, benar2 bikin sakit kepala!”.. Katanya. “Han, sebenarnya… Kejadian ini, aku tidak tahu apa pendapat mu? Waktu kejadian itu, aku melihat setan berkumpul, sengaja membuat kami bertabrakan dengan bus itu.. Ahan pun kaget “apa… Kau.. Kau.. Juga melihat mereka..” oo…rupanya selain aku ada orang yg melihat keberadaan mereka… ” betul.! Kata ahan. “beberapa waktu yg lalu ada seorang ibu muda yg agak terganggu jiwanya dia juga mengatakan hal yg sama!. Meskipun demikian, aku masih belum percaya… Kalau itu ulah hantu gentayangan..” ahan masih tidak mau menerima, dia lbh percaya akibat dari itu semua adalah karena kesialan saja. “kau sendiri khan tahu, aku ini sangat sehat, dan mata ku tidak rabun…” ratu menimpali perkataan ahan. “bagai mana mungkin aku meragukan mu! Kata Ahan sambil mengangguk anggukan kepalanya, lalu tangan kanannya hinggap di bawah dagunya, sengaja menopang wajahnya, begitu mempesona dihadapan ratu, beberapa saat ahan memperhatikan wajah gadis yg berada dihadapannya, “halus sekali kulitmu Ratu… Batin ahan dalam hati. Setelah itu kemudian ia melanjutkan perkataannya ” iya juga. Karena korban yg selamat juga memberikan kesaksian bahwa pada hari kecelakaan itu, supir bus sama sekali tidak melihat keberadaan mobil kalian didepan mereka, sedangkan kau mengatakan melihat hantu2 itu menghalangi pandangan supir bus itu dari depan, keterangan yg sangat relevan…” wajah ahan terlihat begitu serius, lalu seperti terbawa cerita pada sebelumnya dimana ahan bertemu dg si ibu muda itu. “menurut keterangan ibu muda itu, jalan raya kinwansan bakal meminta korban sampai genap 50 orang… Kalau dihitung hitung, masih kurang 9 orang lagi!!” …HAH!!.

Ratu terperanjat kaget demi mendengar penjelasan serta analisa dari ahan tersebut. ***Waktu terus bergulir, baik Ahan atau pun Ratu masing2 kembali pada rutinitas masing2. Setelah terakhir kali mereka berdiskusi diruang kerja Ahan. Hanya sms- sms singkat dan telpon yg datang dari Ratu, kadang Ahan merindukan gadis itu, dia berharap agar bisa kembali bertemu dengan Ratu, gadis yg telah membuat hatinya luluh.

Pucuk di cinta ulam pun tiba… Gayung pun bersambut. Cinta Ahan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, tak lama kemudian disuatu malam Ratu mendatangi kediaman Ahan. Saat bel berbunyi dipikirnya Tarjo yang datang bertamu ke rumahnya, “Anak sundel ngapain malam begini mampir ke rumah ku..” gerutu Ahan dalam hati sambil berlalu meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju pintu depan. ” Ratu.!?” … Ahan tercengang dibibir pintu sambil setengah tidak percaya menyaksikan gadis idamannya berada tepat dihadapannya. “Hei… Bolehkah aku masuk.” Ahan tersadar kemudian sambil sedikit terlihat kikuk ia berkata “silahkan, mari…mari…” langkah kaki sang gadis gemulai meninggalkan pintu depan menuju ruang tamu, Ahan mengiringi dari belakang, dalam benaknya masih saja berkecamuk tak menentu… “hehehe… Mimpi apa aku semalam? Oh Tuhan senangnya aku.!” batin Ahan.

Sinar lampu dalam ruang tamu begitu redup, wajah jelita di hadapan Ahan bak bunga mawar yg menebarkan aroma wangi, dewa cinta kini benar- benar telah membius Ahan,

“Han, gimana perkembangan kasus jalan raya kinwansan? Apa sudah mulai ada titik terangnya? Ratu mencoba membuka percakapan. Yang ditanya hanya diam, lalu sedetik kemudian Ahan menggeser posisi duduknya dan lebih rapat mendekati Ratu. Tangan kanannya bergerak menggapai jemari lentik Ratu dan kemudian menggenggamnya. Si pemilik jari jemari lentik itu ketika mendapati tangannya sudah berada dalam genggaman tangan Ahan bukannya merasa risih atau merasa tidak nyaman, tetapi sebaliknya… Desiran darahnya terasa cepat memacu jantungnya berdegup seperti tak terkendali. Ada rasa yg mengiyakannya untuk sesegera mungkin mendekap serta memeluk erat tubuh lelaki itu, tapi Ratu menghentikannya, hati kecilnya bicara biarlah desiran- desiran ini bermain mengaliri sekujur tubuhnya. “Aku cinta kamu Ratu… Maukah kamu menerima cinta ku?

Angin malam bawa senandung lagu cinta,bintang dan bulan di langit berkerlap kerlip sinarnya, seakan menjadi saksi bisu bersatunya dua hati antara Ahan dan Ratu. Tapi sayang nuansa hati yg tengah berbunga bunga itu mendadak terusik, ketika Handphone Ahan berdering… (BERSAMBUNG.)

Recent Posts :

Iklan

One thought on “HANTU JALAN RAYA part VIII

Komentar ditutup.